• Jelajahi

    Copyright © KompasJateng
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Jalan Bergas Rusak Parah Diduga Digilas Truk Tambang, Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Bentuk Protes

    Sabtu, 13 Juni 2026, Juni 13, 2026 WIB Last Updated 2026-06-13T12:53:44Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Kab.Semarang|KOMPASJATENG.COM– Kesabaran warga Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, akhirnya mencapai batas. Bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan rusak yang diduga akibat tingginya aktivitas truk pengangkut material tambang, warga meluapkan kekecewaan dengan cara simbolis namun sarat makna, yakni menanam pohon pisang dan meletakkan batu di tengah jalan berlubang.


    Aksi tersebut dilakukan di ruas Jalan PTP Ngobo, Waringin Putih, Kecamatan Bergas, yang belakangan menjadi sorotan masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial. Jalan yang menjadi akses utama warga itu kini dipenuhi lubang, aspal mengelupas, serta debu tebal yang mengganggu aktivitas sehari-hari.


    Warga menduga kerusakan jalan semakin parah akibat lalu lintas kendaraan berat yang rutin melintas dari kawasan pertambangan dan industri di sekitar wilayah tersebut. Selain menurunkan kenyamanan berkendara, kondisi itu juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.


    Salah seorang warga, Riyanto, mengatakan kerusakan jalan bukanlah persoalan baru. Menurutnya, masyarakat telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pihak terkait, namun hingga kini belum ada solusi yang benar-benar menyelesaikan permasalahan tersebut.


    “Keluhan ini sudah bertahun-tahun. Memang pernah diperbaiki, tetapi hanya tambal sulam. Tidak pernah ada penanganan yang tuntas sehingga kerusakan terus berulang,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (12/6/2026).


    Selain kerusakan jalan, warga juga mengeluhkan debu yang beterbangan terutama saat musim kemarau. Debu dari kendaraan pengangkut material disebut masuk hingga ke permukiman warga dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.


    “Dulu jalan ini bagus dan nyaman dilalui. Sekarang rusak, berlubang, dan penuh debu. Kami berharap pemerintah segera turun tangan memberikan solusi nyata,” tambah Riyanto.


    Keluhan Menahun yang Belum Terjawab
    Menurut warga, persoalan jalan rusak dan debu telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan yang memadai. Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Semarang bersama instansi terkait melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas kendaraan berat yang melintas, termasuk pengawasan terhadap tonase kendaraan.


    Warga menilai kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari maupun saat musim hujan ketika lubang jalan tertutup genangan air.


    Kondisi tersebut membuat masyarakat semakin resah karena jalan yang seharusnya menjadi sarana pendukung aktivitas ekonomi dan sosial justru berubah menjadi ancaman bagi keselamatan pengguna.


    GRIB Jaya Siap Kawal Aspirasi Warga
    Keluhan masyarakat juga mendapat perhatian dari GRIB Jaya Kabupaten Semarang. Dalam pertemuan bersama warga, perwakilan GRIB Jaya, Dodi, menegaskan pihaknya siap mengawal aspirasi masyarakat hingga ada langkah konkret dari pihak terkait.


    “Kami hadir untuk mendengar dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Keluhan warga terkait jalan rusak dan dampak lingkungan ini akan kami kawal agar mendapat perhatian serius,” tegas Dodi.
    Menurutnya, setiap pelaku usaha yang memanfaatkan akses jalan publik untuk kegiatan operasional harus ikut bertanggung jawab terhadap dampak yang ditimbulkan kepada masyarakat sekitar.


    “Jangan hanya berorientasi pada keuntungan. Jika aktivitas usaha memanfaatkan wilayah ini, maka kondisi masyarakat sekitar juga harus diperhatikan. Infrastruktur yang rusak dan dampak lingkungan tidak boleh terus menjadi beban warga,” katanya.


    Warga Mendesak Solusi Permanen
    Aksi penanaman pohon pisang di tengah jalan menjadi simbol kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan kerusakan infrastruktur yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.


    Masyarakat mendesak pemerintah daerah, instansi terkait, serta perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut untuk duduk bersama mencari solusi permanen. Warga menegaskan mereka tidak lagi menginginkan perbaikan sementara yang hanya bertahan beberapa bulan sebelum kembali rusak.


    Hingga saat ini, warga masih menunggu langkah nyata dari pihak terkait agar Jalan PTP Ngobo kembali layak dilalui, aman bagi pengguna jalan, serta terbebas dari persoalan debu yang selama ini menjadi keluhan utama masyarakat.


    Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas dan terukur agar kerusakan jalan tidak terus berlarut-larut dan aktivitas warga dapat kembali berjalan dengan aman dan nyaman.(Ady)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini