![]() |
| Gambar ilustrasi |
UNGARAN | KOMPASJATENG.COM – Belum reda publik dibuat geleng-geleng kepala dengan kabar dugaan ulah bejat oknum kiai di Pati, kini aroma skandal serupa disebut-sebut berembus dari Kabupaten Semarang. Bedanya, kali ini modusnya disebut lebih “halus”: dibungkus janji pahala, iming-iming jadi istri, sampai bumbu ancaman halus kepada santriwati.
Seorang santri yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku pernah menjadi korban dugaan pencabulan oleh oknum kiai berinisial FZ. Dengan nada lirih, ia menceritakan pengalaman pahit saat masih mondok.
“Dulu waktu mondok beberapa kali diperlakukan begitu sama Pak Kiai. Saya sempat nolak, tapi namanya santri ya takut. Tidak bisa berbuat banyak,” ujarnya kepada wartawan belum lama ini.
Menurut pengakuannya, korban disebut sempat diberi janji manis akan dinikahi jika menuruti kemauan sang kiai. Tak tanggung-tanggung, embel-embel “pahala besar” juga ikut dibawa-bawa.
“Katanya nanti dijadikan istri, dapat pahala besar juga. Saya waktu itu takut, apalagi ada ancaman halus,” katanya.
Pengakuan lain datang dari beberapa mantan santriwati. Mereka mengaku sering mengalami tindakan tidak pantas dari oknum kiai tersebut.
“Kami sering diraba-raba. Tapi tidak berani melawan karena takut diusir dari pondok,” ucap salah satu mantan santriwati.
Sementara itu, PA yang mengaku sebagai saksi mata menyebut perilaku FZ sebenarnya sudah lama jadi bisik-bisik di lingkungan tertentu. Bahkan, kata dia, ada dugaan korban yang akhirnya dinikahi siri.
“Kalau di kalangannya, perilaku itu sebenarnya sudah bukan rahasia lagi,” ungkap PA.
Ia berharap ada pihak yang berani membongkar kasus tersebut agar tidak ada korban lain bermunculan.
“Meski di belakangnya katanya banyak aparat dan pejabat, saya berharap kebenaran tetap harus diungkap,” tandasnya.
Saat dikonfirmasi terkait tudingan tersebut, Gus FZ memilih menjawab singkat dan mengaku belum memahami persoalan yang ditanyakan.
“Walaikumsalam… masalah nopo niku, malah kulo dereng ngertos,” jawabnya singkat.
Sampai berita ini diterbitkan, tim kompasjateng.com terus menggali informasi untuk memastikan kebenaran kabar tersebut.
Kontributor: Gunawan
