• Jelajahi

    Copyright © KompasJateng
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Operator Ekskavator Tewas Tertimbun Longsoran Tebing di Galian C Klaten, Aktivitas Tambang Disorot

    Jumat, 05 Juni 2026, Juni 05, 2026 WIB Last Updated 2026-06-05T10:29:27Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    KLATEN ,KOMPASJATENG.COM– Peristiwa tragis terjadi di lokasi Galian C yang berada di Desa Bandungan, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Seorang operator alat berat bernama Andri, warga asal Kabupaten Rembang, meninggal dunia setelah tertimpa material tanah dan batu akibat longsoran tebing yang terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 17.45 WIB.


    Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban saat itu berada di dalam kabin ekskavator yang digunakan untuk aktivitas penambangan. Saat kejadian, Andri diketahui sedang beristirahat sambil bermain telepon genggam di dalam alat berat tersebut.


    Tanpa diduga, tebing dengan ketinggian cukup besar yang berada di sisi belakang alat berat tiba-tiba mengalami longsor. Material berupa tanah dan batu dalam jumlah besar langsung menghantam ekskavator yang ditumpangi korban hingga menyebabkan kabin alat berat terhimpit.


    Warga sekitar yang mendengar suara gemuruh keras segera mendatangi lokasi kejadian dan berupaya memberikan pertolongan. Namun nahas, korban ditemukan dalam kondisi terjepit dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.


    “Iya benar, korban bernama Andri, operator ekskavator asal Rembang. Dia meninggal di lokasi karena tertimpa tebing yang longsor dan korban dalam keadaan terhimpit kabin ekskavator,” ujar salah seorang warga setempat.


    Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar. Selain menimbulkan duka mendalam, insiden ini juga memunculkan berbagai pertanyaan terkait aspek keselamatan kerja di lokasi pertambangan tersebut.


    Dari informasi yang diperoleh awak media, aktivitas Galian C tersebut dikelola oleh PT Sakelar Jaya Abadi. Sumber yang dapat dipercaya menyebutkan bahwa penanggung jawab utama kegiatan tambang itu merupakan seorang anggota DPRD Kabupaten Klaten. Sementara itu, istrinya diketahui menjabat sebagai Kepala Desa Bandungan, wilayah tempat lokasi tambang beroperasi.


    Kondisi tersebut memunculkan sorotan dari sejumlah kalangan terkait legalitas usaha pertambangan, pengawasan keselamatan kerja, serta kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku dalam aktivitas pertambangan.


    Hingga berita ini diterbitkan, awak media telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak penanggung jawab kegiatan melalui pesan singkat WhatsApp. Namun, belum ada tanggapan maupun klarifikasi yang diberikan.


    Demikian pula pihak kepolisian dan instansi terkait belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai kronologi lengkap kejadian, penyebab pasti longsor, maupun status perizinan lokasi tambang tersebut.


    Sementara itu, jenazah korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian untuk proses lebih lanjut. Warga berharap insiden ini dapat ditangani secara transparan dan profesional oleh pihak berwenang.


    Masyarakat juga meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan kerja dan pengelolaan pertambangan guna mencegah terulangnya kejadian serupa yang dapat mengancam keselamatan pekerja maupun warga di sekitar area tambang.(Ady)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    NamaLabel

    +