SALATIGA|KompasJATENG.com — Organisasi Becike Seduluran Saklawase (BSS) Salatiga yang telah dikenal luas sejak belasan tahun silam, kini mulai merintis pembentukan kepengurusan di empat kecamatan di Kota Salatiga.
Langkah ini ditegaskan oleh Ketua BSS Salatiga, Sutrisno Supriyantoro, saat menghadiri kegiatan silaturahmi dan temu kangen dalam rangka halal bihalal yang digelar di Griya Dahar depan TWRS Domas Salatiga, Rabu (8/4/2026).
“Ke depan kita akan membentuk kepengurusan BSS Salatiga di empat kecamatan untuk bisa menyatukan kembali BSS. AD/ART segera disusun dan tidak ada agenda politik. BSS di dalamnya mencakup semua elemen masyarakat yang memang menginginkan seduluran dan persatuan,” tegas Sutrisno.
Ia menambahkan, keberadaan BSS selama ini dihuni oleh berbagai latar belakang, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama hingga tokoh politik. Meski demikian, BSS dipastikan tidak berafiliasi dengan kepentingan politik tertentu.
“Di BSS memang ada yang menjadi tokoh politik, tetapi organisasi ini bukan partisan ke arah politik. Kita berkumpul untuk menjalin pasedherekan atau seduluran saklawase,” ujarnya.
Dalam kegiatan silaturahmi tersebut, juga dibuka ruang saran dan masukan dari para anggota guna menjaga marwah BSS agar semakin berkembang serta mampu menyatukan kembali seluruh anggotanya yang tersebar di berbagai wilayah.
Sementara itu, tokoh masyarakat Kelurahan Cebongan, Lek2an (74), menyampaikan dukungannya terhadap rencana pembentukan kepengurusan di tingkat kecamatan.
“Kami sangat mendukung jika BSS Salatiga ini dibentuk di setiap kecamatan. Tokoh-tokoh BSS akan mendukung penuh seduluran ini,” ungkapnya.
Dengan langkah ini, BSS Salatiga diharapkan semakin solid sebagai wadah persatuan masyarakat lintas elemen, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan yang telah terbangun selama ini.(Cetol/S)
