• Jelajahi

    Copyright © KompasJateng
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Proyek Drainase Rp351 Juta di Kutowinangun Kidul Disorot, Dugaan Penggunaan Besi Bekas Perlu Diverifikasi

    Rabu, 23 September 2026, September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T10:08:13Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    SALATIGA,
    KOMPASJATENG.com – Pekerjaan pembangunan saluran drainase di wilayah RW 07, Kelurahan Kutowinangun Kidul, Kota Salatiga, mulai menjadi sorotan. Proyek dengan nilai pekerjaan sekitar Rp351.674.000 tersebut dilaksanakan oleh CV Jasa Agung.


    Sorotan muncul menyusul adanya dugaan penggunaan besi bekas dalam pekerjaan pengecoran akses jalan menuju salah satu toko yang berada di sekitar lokasi proyek.


    Informasi mengenai penggunaan material tersebut menjadi perhatian karena setiap pekerjaan konstruksi yang dibiayai melalui anggaran proyek semestinya dilaksanakan berdasarkan spesifikasi teknis, perencanaan, serta ketentuan yang tercantum dalam dokumen kontrak.


    Apabila nantinya terbukti terdapat penggunaan material yang tidak sesuai dengan spesifikasi, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kualitas konstruksi dan umur layanan hasil pekerjaan.


    Di lokasi proyek, bagian pengecoran akses jalan menuju salah satu toko disebut menjadi salah satu pekerjaan yang dipertanyakan. Material besi yang digunakan diduga merupakan besi bekas.


    Namun, dugaan tersebut belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran sebelum dilakukan pemeriksaan teknis maupun pencocokan dengan dokumen kontrak dan spesifikasi pekerjaan.


    Perlu Pemeriksaan Spesifikasi Material


    Sejumlah hal menjadi pertanyaan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, terutama terkait kesesuaian material besi yang digunakan untuk pengecoran.


    Di antaranya mengenai ukuran dan diameter besi, mutu material, jumlah serta jarak pemasangan tulangan, hingga metode pelaksanaan pengecoran yang digunakan.


    Kesesuaian material seharusnya dapat diketahui melalui pemeriksaan lapangan dan dokumen teknis proyek. Dengan demikian, penilaian terhadap kualitas material tidak hanya berdasarkan kondisi visual atau informasi dari masyarakat.


    Selain itu, keberadaan pengawas pekerjaan menjadi penting untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan dilaksanakan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, volume, serta ketentuan kontrak.


    Transparansi Proyek Jadi Perhatian


    Dengan nilai pekerjaan yang mencapai sekitar Rp351 juta, aspek transparansi dan pengawasan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek tersebut.


    Masyarakat memiliki kepentingan untuk memastikan pekerjaan yang dilaksanakan di lingkungan mereka tidak sekadar selesai secara administratif, tetapi juga memenuhi standar mutu dan memberikan manfaat sebagaimana tujuan pembangunan.


    Pengawasan juga diperlukan untuk memastikan setiap material yang digunakan benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan sejak awal.


    CV Jasa Agung selaku pelaksana pekerjaan diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai material besi yang digunakan dalam pengecoran akses jalan tersebut.


    Penjelasan dapat mencakup jenis, ukuran, diameter, mutu, serta dasar teknis penggunaan material tersebut. Klarifikasi diperlukan agar informasi mengenai dugaan penggunaan besi bekas tidak berkembang menjadi kesimpulan sepihak.


    Di sisi lain, pihak pengawas dan instansi yang bertanggung jawab terhadap proyek tersebut juga diharapkan melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi ketidaksesuaian material.


    Pemeriksaan teknis secara terbuka dinilai penting untuk memastikan kualitas pekerjaan sekaligus memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai pelaksanaan proyek.


    Hingga berita ini disusun, dugaan penggunaan besi bekas dalam pekerjaan pengecoran tersebut masih memerlukan konfirmasi dan pembuktian melalui pemeriksaan teknis serta dokumen pekerjaan.


    Pemberitaan ini tidak dimaksudkan untuk menyimpulkan adanya pelanggaran, melainkan sebagai bentuk perhatian terhadap transparansi dan pengawasan pekerjaan konstruksi agar pelaksanaan proyek sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, serta ketentuan yang berlaku.(Adi)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini